Setelah dikejutkan dengan keinginan Kang Ho Sae yang ingin keluar dari perusahaan keluarganya yaitu LOHAS, Ho Sae menginginkan untuk melanjutkan sekolahnya di Amerika, dengan begini Ho Sae merasa ini akan membantu agar Sae Byuk tidak disalahkan. Kim Su Bin yang mengetahui hal ini, memarahi Sae Byuk. Dan Sae Byuk mengatakan kepada Kim Su Bin bahwa dia sudah mengetahui bahwa pergi ke Rusia adalah keinginan keluarga Kang, tapi dia diam saja dan meminta Su Bin agar tidak menggertaknya terus, jika tidak maka Sae Byuk tidak akan tahu apa yang akan dilakukannya kelak. Karena kehabisan kesabaran, Su Bin menampar Sae Byuk, meskipun Sae Byuk marah, ia hanya bisa memperingatkan Su Bin dan menangis. Su Bin pun menangis setelah memarahi Sae Byuk.

Karena pikirannya yang kalut, Sae Byuk pulang dalam keadaan mabuk berat, sang kakak Tai Pong yang mengetahui dia mabuk langsung menggendong Sae Byuk pulang, Tai Pong tampak kasihan kepada adik angkatnya tersebut karena dia selalu menjadi korban, namun karena sifat Tai Pong yang keras diluar, dia hanya menunjukkan hal tersebut dengan ekspresi wajahnya🙂

Saat di kantor, Sae Byuk bertanya tentang hasil karyanya yang mengubah desain meja menjadi lebih Eropa kepada Su Bin, apakah diterima atau tidak. Su Bin dengan nadanya yang tinggi mengatakan bahwa desainnya membuat malu perusahaan.

Di tempat lain, Ibu Ho Sae berusaha untuk memperbaiki keadaan seperti semula dengan menawarkan dukungannya bersama LOHAS untuk mendukung kampanye Walikota ayah Su Bin kepada Ibu Su Bin. Hati Ibu Su Bin menjadi goyah yang awalnya menolak mentah-mentah meneruskan pertunangan anaknya dengan Ho Sae, selain itu dia diberi hadiah mobil.

Kembali ke kantor LOHAS, ruangan desain. Salah satu pekerja di desain mengatakan bahwa desain yang ditawarkan LOHAS ke SOL ditolak karena gayanya lebih ke arah ketimuran, yang diinginkan SOL adalah gaya Eropa yang sangat berbeda dengan budaya dapur yang mencerminkan Korea. Sae Byuk curiga bahwa desainnya tidak ditampilkan sedikitpun kepada pihak SOL, dan akhirnya mengajak semua temannya di divisi desain untuk mengejar perwakilan SOL, disinilah peristiwa mengejar wakil SOL mulai dari pengerjaan desain sampai mengejar wakil SOL, membuat anggota divisi desain menjadi dekat dengan Sae Byuk. Ternyata, yang menjadi wakil SOL adalah orang yang sama saat Sae Byuk dan Tai Pong mengejar orang Barat di episode sebelumnya. Dari sinilah akhirnya desain Sae Byuk diterima, yang membuat dia tidak jadi dikirim ke Rusia, karena saking semangatnya Ho Sae untuk memberitahu bahwa Sae Byuk yang dipilih untuk bertanggung jawab mejadi desainer perwakilan LOHAS, Ho Sae menarik dan menggandeng tangan Sae Byuk di kantor.

Mengetahui hal ini, Su Bin marah kepada Sae Byuk, dia mengira Sae Byuk menikamnya dari belakang.

Su Bin juga memarahi Ho Sae, Ho Sae membalasnya dengan mengatakan bagaimana bisa dia mengutamakan perasaan pribadi di atas proyek besar perusahaan untuk menembus pasar Eropa. Su Bin mengakui bahwa memang dia tidak memunculkan ide Su Bin, karena perasaan pribadi. Tak disangka ayah Ho Sae, presiden LOHAS, mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu dan langsung kaget mendengarnya, dan seketika marah kepada Su Bin.

Melihat sikapnya yang seperti itu, ayah Ho Sae menjadi berpikir apakah pernikahan ini harus diteruskan, karena sifat Su Bin ternayta selama ini seperti itu. Yang bisa menyebabkan kerugian besar kepada perusahaan. Dia telah memilih pemimpin yang salah.

Saat ayah Su Bin pergi ke perusahaan LOHAS, Ho Sae bertekad untuk mengatakan perpisahannya dengan Su Bin. Ayah Su Bin yang berniat berterima kasih atas dukungan LOHAS pada kampanyenya, belum mengetahui bahwa Ho Sae ingin berpisah.

Setelah Ho Sae mengatakannya, Ayah Su Bin sangat terkejut sehingga tidak bisa berkata apa-apa.

Next Episode, watch out😉