Pekan lalu, semua CEO dari Agency musik di Korea menghadiri diskusi tentang reformasi manajemen hiburan mengenai berbagai isu seputar sistem pelatihan internal.

Selama konferensi, JYP Entertainment CEO Jung Wook menunjukkan sebuah sistem trainee yang unik, yang menarik perhatian orang lain. Jung Wook menjelaskan:

“Dalam perusahaan kami, kami memiliki sekitar 30 trainee, mayoritas mereka siswa SMA. Rapor mereka menjadi standart masuk, dan jika mereka tidak bisa mendapatkan ranking dalam persentase tertentu di dalam kelas mereka, kita akan memberi mereka peringatan dan menghentikan latihan mereka. Jika mereka masih tidak bisa mengangkat nilai mereka, mereka akan dikeluarkan dari sistem trainee.

Tentu, rata-rata yang kita putuskan menjadi patokan tidak terlalu tinggi, tapi ketika kita pertama kali menerapkan sistem, banyak dari trainee kita yang memiliki waktu yang sulit untuk menyesuaikan itu. Banyak juga yang dikeluarkan.

I can’t say for sure whether such a system works, but I use it because I think it’s important for potential celebrities. Just the fact that these trainees were chosen by big-name companies itself means that they are already a (potential) star, so they should not be allowed to be neglectful of their studies or become vain. When taking into consideration the fact that celebrities have a lot of influence on society, trainees need to make sure that they’re paying special attention to their school studies, especially since it’s basically the foundation to what makes up a public figure.

As for us, all training begins after school, and our trainees are allowed to come and go as they wish. We have a total of 67 areas that we train them in, including character education.”

Saya tidak bisa mengatakan pasti apakah sistem itu bisa bekerja dengan baik, tapi saya menggunakannya karena saya pikir itu penting bagi selebriti yang potensial. Hanya fakta kalau trainee yang dipilih oleh perusahaan yang memiliki nama besar ini berarti mereka sudah menjadi Idol (potensial), jadi mereka tidak akan mengabaikan belajar mereka atau menyia-nyiakannya. Ketika dipertimbangkan fakta bahwa selebriti memiliki banyak pengaruh ke masyarakat, trainee perlu dipastikan kalau mereka mendapat perhatian khusus untuk sekolah mereka, terutama karena pada dasarnya untuk apa yang membuat seorang tokoh masyarakat.

Bagi kita, semua pelatihan dimulai setelah sekolah, dan trainee kami diijinkan untuk datang dan pergi sesuai yang mereka inginkan. Kami mempunyai total 67 daerah yang menjadi tempat pelatihan mereka, termasuk pendidikan tentang karakter. “

 

Source: Herald Economy via Naver

Indtrans:asianfansclub

Iklan